3 PTM Selenggarakan Seminar Nasional Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Di FIP UMJ

TIK FIP | 11 Apr 2019

      Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) dari 3 PTM (Perguruan Tinggi Muhammadiyah), yaitu Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UM Purwokerto), dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bogor melaksanakan Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dengan tema "Fungsi Bahasa dalam Penguatan Jati Diri di Era Milineal". Acara berlangsung di Auditorium FIP UMJ, Rabu sore selepas Asar hingga ba'da Maghrib, 10 April 2019.

Hadir Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FIP UMJ), Ayahanda Dr Iswan, M.Si memberikan sambutan sekaligus membuka acara seminar yang dihadiri lebih dari 230 mahasiswa lintas angkatan. Sebanyak 80 mahasiswa (semester 4 dan 6) berasal dari UM Purwokerto (80 mahasiswa) dan 150 mahasiswa (semester 2 hingga 8) dari UMJ. "Acara Semnas ini merupakan implementasi MoU yang telah ditandatangani beberapa waktu yang lalu," ungkap Khaerunnisa, M.Pd yang juga Ketua Program tudi PBSI FIP UMJ.

     Dalam acara Semnas ini, mahasiswa/i Purwokerto didampingi oleh Kaprodi, Drs Eko Suroso, M.Pd dan dua dosen PBSI, Eko Sri Israhayu, M.Hum, dan Ahmad Fauzan, M.Pd. Lima pembicara, Dra Eko Sri Israhayu, M.Hum (UM Purwokerto), Wika Soviana Devi, M.Hum (UM Jakarta), Rina Nuryani, M.Pd (STKIP Muhammadiyah Bogor), Aisyie Kania Rahma dan Iva Apriliyana (mahasiswi UM Purwokerto).

Pembicara pertama, Eko Sri Israhayu mendadarkan tentang "Wirausaha dalam Bidang Bahasa dan Sastra Indonesia". Menurut dosen senior PBSI UM Purwokerto ini, banyak peluang yang dapat dijadikan sumber ekonomi lulusan PBSI, misalnya menjadi editor, penulis skenario, penulis naskah, dll. "Kami bekali mahasiswa dengan matakuliah menulis atau dramaturgi, misalnya," jelas bu Eko dalam paparannya. Paparan semnas dalam bentuk panel tersebut selanjutnya diisi oleh Wika Soviana Dewi, M.Hum yang menyoroti soal bahasa Milineal yang cenderung merusak tatanan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi. Panelis ketiga, Rina Nuryani, M.Pd menjelaskan tentang karya sastra Sangkuriang secara intrinsik dn ekstrinsik serta pesan moral dalam karya legenda tesebut. Dua mahasiswi dari UM Purwokerto membahas 'bahasa zaman now' anak milineal dan juga menyoroti selipan bahasa asing dalam bahasa Indonesia seperti di gapura selamat datang digunakan frasa 'welcome'.  

(Foto dan Script by Aswir)