Baitul Arqam Ramadhan 1441 H Fakultas Ilmu Pendidikan UMJ Berbasis Dalam Jaringan

TIK FIP | 30 Apr 2020

Baitul Arqam Ramadhan 1441H Fakultas Ilmu Pendidikan UMJ berbasis Dalam Jaringan (Daring):

“Meningkatkan Loyalitas Sumberdaya Insani dalam Berkiprah di Amal Usaha Persyarikatan Muhammadiyah”

 

Kegiatan rutin Baitul Arqam yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta  untuk tahun 2020/1441 H sangat istimewa dibandingkan pada tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan kondisi masyarakat sedang dalam masa melawan pandemi virus COVID-19 dan diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang menyebabkan sementara waktu melaksanakan aktivitas Work From Home (WFH) dan Learning From Home (LFH) untuk Dosen, Mahasiswa, dan Pegawai UMJ.

Pelaksanaan Baitul Arqam Ramadhan 1441 H (BAR 1441 H) dilaksanakan secara virtual conference melalui Aplikasi Zoom yang diikuti oleh 173  partisipan yang terdiri dari Pimpinan, Dosen, Pegawai dan Guru Labschool Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta yang dilaksanakan pada hari Senin-Rabu, 27-29 April 2020 / 04-06 Ramadhan 1441 H pukul 08.30 – 12.00 WIB.

Pembukaan kegiatan BAR 1441 H dibuka oleh Dekan FIP UMJ, Bapak Dr. Iswan, M.Si. Dalam sambutannya menyampaikan “kegiatan ini bagian yang sudah dirancang dan bersinergi dengan kegiatan Universitas. Baitul Arqam wajib untuk diikuti oleh Pimpinan, Dosen dan Pegawai di tingkat FIP-UMJ. Etos Kerja dalam bekerja ditunjukkan sebagai ibadah untuk bekerja lebih baik dan menjadi insan muttaqien dan etos kerja sebagai aktualisasi diri sebagai insan yang kamil. Oleh karena itu kepada seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini hingga tuntas untuk mendapatkan pemahaman yang baik".  

Selanjutnya sambutan oleh Rektor UMJ, Bapak Prof. Dr. Syaiful Bakhri, S.H., M.H. dalam sambutannya menyampaikan “kita menjadi pelaku sejarah dalam era covid-19 dengan memberlakukan pelaksanaan Baitul Arqam secara virtual, serta terus maju untuk menatap berkemajuan dan memahami Islam dengan sebenar-benarnya dengan Al Islam dan Kemuhammadiyahan. Kepada tenaga pendidik dan tenaga kependidikan selamat  mengikuti acara ini dengan baik dan benar dan terus melukiskan keanggunan dan kewibawaan Universitas Muhammadiyah Jakarta”.

Pada Sesi I kajian disampaikan oleh Prof. Dr. Agus Suradika, M.Pd. selaku Sekretaris BPH-UMJ dengan tema kajian: Peneguhan Ideologi dan Muqodimah Anggaran Dasar Muhammadiyah

"Muhammadiyah merupakan gerakan sosio-keagamaan, hal inilah yang menjadi domain pergerakan Muhammadiyah. Dalam bermuhammadiyah adalah berIslam, berdakwan dan berorganisasi. Visi Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan watak tajdid yang dimilikinya senantiasa istiqamah dan aktif alam melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar di segala bidang sehingga menjadi rahmatan lil’alamin bagi umat, bangsa, dan dunia kemanusiaan menuju terciptanya masyarakat utama yang diridhai Allah SWT dalam kehidupan ini”.

 

Selasa, 28 April 2020 / 05 Ramadhan 1441 H: Kajian Sesi II  dengan Narasumber Bapak Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. dan Bapak Dr. Farihen, M.Ag.

Bapak Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. dengan tema kajian: Konteks dan Karakter Keagamaan Muhammadiyah

Kelahiran Muhammadiyah merupakan respon dan tanggung jawab KH. Ahmad Dahlan dalam menyelesaikan berbagai masalah sosial dan keagamaan. Diantara masalah-masalah sosial adalah kemiskinan, kebodohan, dan perpecahan (segregasi social karena factor ekonomi, geneologi, dan keagamaan)”. Dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah  Muhammadiyah berusaha untuk: (1) memahami kembali (reinterpretasi) atas wahyu dengan ijtihad dan istinbath yang sesuai dengan metode-metode ulama klasik (salaf) dan kontemporer (khalaf); (2) membangun dan mengembangkan tradisi dialog dan keterbukaan dalam beragama. (b) mengajak masyarakat untuk beragama berdasarkan aqidah yang murni dan bersumberkan pada sumber-sumber yang aseli/otentik

Bapak Dr. Farihen, M.Ag dengan tema kajian:

Matan Keyakinan Cita-Cita Hidup (MKCH)  dan Pandangan Hidup Islam Warga Muhammadiyah (PHIWM)

Muhammadiyah adalah Gerakan Islam dan Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar, beraqidah Islam dan bersumber pada al Quran dan Sunnah, bercita-cita dan bekerja untuk terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, untuk melaksanakan fungsi dan misi manusia sebagai hamba dan khalifah Allah di muka bumi.

PHIWM disusun untuk dipedomani secara kreatif oleh seluruh warga Persyarikatan dalam menjalankan kehidupan di berbagai bidang kehidupan / kegiatan (1) pribadi, (2) keluarga, (3) bermasyarakat, (4) berorganisasi, (5) mengelola amal usaha, (6) berbisnis, (7) mengembangkan profesi, (8) berbangsa dan bernegara, (9) melestarikan lingkungan (10) mengembangkan iptek, (11) mengembangkan seni dan budaya, sehingga terbentuk perilaku individu dan kolektif (jama’ah) yg mencerminkan teladan yg baik (uswah hasanah) menuju terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”.

 

Rabu, 29 April 2020 / 06 Ramadhan 1441H: Kajian Sesi III dengan Narasumber Bapak Dr. Syaiful Bahri, M.A. dan Ibu Dr. Hj. Herwina Bahar, M.A.

Bapak Dr. Syaiful Bahri, M.A. selaku Ketua LPP-AIK UMJ, dengan tema kajian : Fikih Ibadah Saat Pandemi Covid-19

Prinsip dalam melaksanakan Ibadah diantaranya adalah Ada Perintah dan Ketentuan, Meniadakan Kesukaran dan tidak banyak beban, Yang berhak disembah hanyalah Allah, Ibadah itu tanpa perantara, dan Ikhlas dalam beribadah. Dalam surat Edaran PP Muhammadiyah Nomor 02/EDR/I.o/E/2020 tentang Tuntunan Ibadah dalam Kondisi Darurat COVID-19, diterangkan bahwa dalam situasi pandemic COVID-19, karena salat Jum’at sebagai kewajiban pokok tidak dapat dilakukan, maka dialihkan ke kewajiban pengganti, yaitu shalat zuhur empat rakaat yang dikerjakan di rumah masing-masing.

Peralihan kepada kewajiban pengganti dapat didasarkan kepada mafhum aula (argumentum a minore ad maius), bahwa apabila suatu hal yang lebih ringan dapat membenarkan untuk tidak melakukuan suatu yang wajib, maka hal yang lebih berat tentu lebih dapat lagi membenarkan untuk tidak melakukan yang wajib tersebut.”

 

Ibu Dr. Hj. Herwina Bahar, M.A. selaku Ketua UKM FIP-UMJ dengan tema:  Bekerja di Amal Usaha Muhammadiyah

 “Sebagai Pimpinan, Dosen, dan Karyawan berkewajiban menunjukan keteladanan diri yang tinggi dalam hal melayani sesama, menghormati hak sesama, dan kepedulian sosial. Etos kerja di Amal Usaha Muhammadiyah dalam bekerja ditujukan kerja sebagai ibadah, kerja sebagai amanah, kerja adalah rahmat dan kerja adalah jihad.Kita harus unggul dalam berbagai bidang dan bekerja sebagai ibadah dengan niat yang kuat untuk kemaslahatan dengan bekerja keras, cerdas dan ikhlas untuk mencapai yang berkeunggulan”.

Alhamdulillah, rangkaian kegiatan BAR 1441 H telah terlaksana dengan lancar dan baik, semoga pada tahun yang akan datang dapat dilaksanakan dengan lebih baik kembali dan semoga wabah COVID-19 dapat segera berakhir dan kita semua dapat menjalankan aktivitas seperti sedia kala. (red).

 

Materi:

1. Prof. Agus Suradika, M.Pd. 

2. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed.

3. Dr. Farihen, M.Ag.

4. Dr. Syaiful Bahri, M.A.

5. Dr. Hj. Herwina Bahar, M.A.